Kamis, 05 Juli 2012

XL Persembahan Untuk Negeri

Pembaca, Anda hendak makan gado-gado? Tak sedap rasanya tanpa disertai krupuk udang. Atau ingin makan Soto khas Bandung yang bening dan disertai lobak-daging penuh cita rasa? Ini juga tidak afdhol rasanya jika tidak  dibarengi krupuk bawang putih/krupuk kulit. 

 
Kemudian, sebagai penutup mulut semua hidangan utama tadi, cobalah rujak ulek bertabur kacang halus yang melumuri potongan aneka buah segar. Dan sekali lagi, Anda takkan bisa peroleh kenikmatan paripurna jika krupuk aci tidak di genggaman saat melahap rujak ini.
Well, inilah negeriku... Indonesia tercinta, negeri jawara krupuk! Penganan ringan bukti kekayaan budaya bangsa ini terbentang di seluruh penjuru negeri. Tanpa ada satupun negara lain di dunia ini yang bisa menjejaki apa yang dimiliki bangsa ini.
Simak varian krupuk berikut ini: Krupuk udang, krupuk ikan, krupuk aci, kemplang, krupuk bawang putih, krupuk bawang, krupuk kulit, krupuk mlarat, krupuk gendar, krupuk sanjai, rengginang, rempeyek, hingga rambak.
Ini hanya sebagian kecil karena masih banyak krupuk dari suku bangsa Indonesia yang belum tersebutkan. Namun yakinlah, meski hanya sebagian, namun jawara kuliner dunia seperti Prancis dan Italia, takkan mampu menandinginya!
Ya, makanan berbahan dasar adonan tepung tapioka dicampur perasa seperti udang atau ikan ini merupakan khazanah kekayaan budaya lokal yang sejak dulu hingga sekarang begitu dicintai seluruh elemen Bangsa Indonesia ini.
Krupuk adalah raja di tanah sendiri yang eksistensinya tidak pernah tergoyahkan. Sekalipun berbagai penganan sejenis serbuan asing banyak masuk ke Indonesia, seperti nachos dari Meksiko serta pop corn dan kripik kentang produk Amerika Serikat.
Kecintaan pada produk negeri sendiri adalah kebesaran yang banyak dicontohkan banyak negara maju. Prancis terkenal sebagai bangsa yang enggan menggunakan bahasa Inggris, sementara bangsa Jepang pernah menutup diri ke seluruh budaya asing di zaman Edo (1603-1867).
Karena itu, sekalipun berbentuk krupuk, kecintaan karya anak bangsa ini adalah sebuah fakta membanggakan. Apalagi saat ini, secara beriringan, keunggulan produk dalam negeri juga banyak ditemukan di bidang lain di luar kuliner.
Sebut misalnya di bidang fashion. Jika Anda sempat jalan-jalan ke Bandung, kiranya pemandangan toko garmen ekslusif yang biasa disebut distro/clothing adalah hal yang lazim, terutama jika kita berada di kisaran Jl Trunojoyo dan Jl Sultan Agung.
Distro atau kepanjangan distribution outlet adalah produk busana yang dirancang, dikonsep, dijahit, disablon, hingga dipasarkan dari dan untuk masyarakat Indonesia. Benang merahnya sama yakni menyajikan keunikan dan ekslusivitas dengan harga super terjangkau.
Unik karena desain atau rancangan yang dibuat tidak pasaran, biasanya berdasarkan ide dari musisi indie dalam dan luar negeri. Ekslusif karena satu desain biasanya hanya dibuat maksimal 50 unit, namun semuanya itu dijual rata-rata tak lebih dari Rp200 ribu/pieces.
Salah satu yang menjadi pionir dan akhirnya membuat kehadiran distro dimana-mana, tak lain dan tak bukan adalah distro asal Bandung bernama Unkl347. Hadir sejak tahun 1999, distro ini semula menyediakan pakaian olahraga esktrem yang keren tapi murah.
Tak disangka, sambutan pasar demikian bagus sehingga mengispirasi banyak anak muda Bandung lainnya membuat konsep serupa. Maka beberapa tahun dari mereka, lahirlah distro yang tak kalah hebatnya dengan berbagai konsep menarik.
Diantaranya adalah Dloop, Gummo, Badger, Evil, Wadezig, dan Invictus. Masing-masing memiliki ciri khas, namun yang pasti produk mereka bukan saja laris dibeli, tapi  juga jadi mitra banyak selebritis seperti band Peter Pan, Ungu, The Milo, Armada, dst.
Tak perlu heran jika di kalangan anak muda di Indonesia, produk fashion distro dan clothing Bandung adalah segalanya. Sama seperti contoh krupuk di awal tulisan ini, busana clothing dari Kota Kembang adalah produk lokal yang merajai banyak selera.
Guna menjaga dan mewariskan seluruh budaya lokal terunggul ini, maka operator seluler terdepan di Indonesia, PT XL Axiata, mengadakan lomba XL Persembahan untuk Negeri. Adalah ajang keliling Kota Bandung guna mengenali berbagai obyek terkait khasanah lokal terbaik ini.
Jadi, dengan konsep amazing race, peserta berkelompok dan berkeliling kota Bandung guna  menemukan petunjuk sekaligus melakukan sejumlah tantangan yang diberikan PT XL Axiata. Mereka yang tercepat dan memenuhi tantangan, dia-lah jawaranya.
Dengan mengikuti XL Persembahan untuk Negeri, diharapkan kecintaan generasi muda Indonesia pada produk maupun jasa lokal akan makin menguat. Sehingga, apapun yang datang dari luar, takkan menggoyahkan kecintaan produk asli bangsa ini. Yesss!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar