Jika kita sudah terbiasa dengan peringatan Hari
Kartini tiap 21 April, dan kemudian merasakan sekedar seremoni yang
begitu-begitu saja, maka tak ada salahnya membaca tiga perempuan hebat
bidang digital di dunia berikut ini.
Mereka ini, kita sebut saja Kartini Digital, bukan
saja berlaku seperti Raden Ajeng Kartini yang mendobrak kemapanan dan
kekakuan dominasi kaum pria. Namun lebih dari itu, mereka juga mampu
membangun sistem baru bidang teknologi
di dunia yang sangat bermanfaat.
Kartini Digital yang pertama pastinya dari
Indonesia, hadir melalui sosok Dian Siswarini. Perempuan 41 tahun
lulusan ITB tahun 1991 ini adalah orang nomor satu dalam divisi jaringan
dan infrastruktur di PT XL Axiata. Dengan demikian,
dia memimpin para teknisi XL yang mayoritas adalah kaum hawa.
Dengan jabatan resmi Direktur / Chief Technology,
Content New Business Officer, Ibu Dian --demikian dia biasa dipanggil--
bukan satu tahun atau dua tahun memegang bagian yang sangat vital ini.
Hebatnya, dia sudah diangkat sebagai
Direktur Network Services pada April 2007 lalu.
Wanita mandiri ini bergabung di XL sejak tahun
1996. Awalnya menjabat sebagai Manager Radio Network Design Engineering
dan posisi penting lainnya di Departemen Network dan Engineering.
Beliau memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman
di bidang industri telekomunikasi, terutama di Network dan
Engineering.
Jabatannya sebelum sekarang adalah Vice President
Network Planning & Development. Kini, selain fokus sisi teknologi,
di pundaknya juga mengurusi Content & New Business Officer yang
tugasnya mengelola berbagai konten baru layanan
seluler sebagai sumber bisnis di masa depan.
Kartini digital yang kedua adalah Shinta Witoyo
Dhanuwardoyo atau lebih dikenal Shinta Bubu. Wanita cantik ini
merupakan CEO sebuah perusahaan pengembang situs ternama di
Indonesia. Meski latar belakanganya sarjana arsitektur,
namun ini tak menyurutkan minat dan gairahnya di bidang teknologi
informasi. Sejak tahun 1996 hingga sekarang, Shita dikenal sebagai
pengembang berbagai situs yang inovatif dan keren.
Dari semula hanya beranggotakan lima orang,
perusahaan ini terus merangkak hingga memiliki 26 karyawan. Dia juga
kemudian maju ke publik sebagai pendiri Bubu Award, yang memberikan
berbagai penghargaan bagi desainer situs yang
berkualitas di tanah air.
Dia juga menjadi motor kegiatan teknologi
prestisius lainnya di Indonesia seperti Pesta Blogger yang beberapa kali
disponsori Kedutaan Besar Amerika Serikat. Terakhir, dia dipercaya
menggawangi situs e-commerce milik salah
satu BUMN di tanah air.
Yang kedua, meski dari luar negeri, namun sosok
inspiratif ini ada pada sosok Marissa Mayer, Vice President of Location
and Local Service di Google. Dialah teknisi perempuan pertama yang
bekerja di Google. Kini, sering tampil menjadi
juru bicara perusahaan itu di berbagai event.
Wanita kelahiran 30 Mei 1975 ini pertama bergabung
dengan perusahaan internet terbesar di dunia ini sejak tahun 1999.
Banyak media di luar yang menilai bahwa salah satu figur di balik
kesuksesan Google Search dan Gmail adalah Marissa
Mayer.
Perempuan alumnus master komputer dari Stanford University dengan nilai cum laude ini
sebelum di Google bekerja di lembaga bergensi yakni Laboratorium
penelitian UBS di Zurich, Swiss dan Sri International di Menlo Park,
California (Wikipedia.org).
Dengan melihat keduanya, kiranya kita makin yakin
bahwa sosok Kartini bukan saja bisa menciptakan terobosan dalam hak
asasi manusia. Namun mereka juga memiliki peran sekaligus sangat memberi
warna di bidang teknologi.
Sosok perempuan yang juga harus berperan sebagai
ibu dan istri bisa mereka perlihatkan akan kemandiriannya. Di sisi lain,
mereka juga nyata-nyata memperlihatkan kepedulian kepada lingkungannya
untuk selalu berkarya dan berkarya.
Dalam semangat Kartini Digital yang mandiri dan
peduli inilah, jajaran manajemen PT XL Central Region pun ikut
mencontohnya. Setelah mengadakan peringatan Kartini pada Senin pagi, 23
April 2012 di halaman kantor XL Central Region,
diadakan kunjungan ke panti asuhan.
Alfred Pasaribu, GM FMS PT XL Central Region,
mengatakan kunjungan dilakukan ke Panti Asuhan Muhamadiyyah Jl Sumur
Bandung Indra Ardiyanto (Manager Management Service XL Central Region)
dan Sarah Sandra (Corporate Communication
XL Central Region).
“Sosok Kartini sangat menginspirasi kami untuk
selalu berjuang seraya tetap peduli pada lingkungan. Karena itu, dalam
rangka Hari Kartini ini, kami bersilaturahmi sekaligus memberi bantuan
operasional ke panti asuhan ini,” katanya.
Menurut Alfred, pihaknya akan terus menerapkan
nilai-nilai kepedulian ini, terutama ke lingkungan sekitar. Tentu, agar
spirit ajaran Kartini terus menggelora sehingga bisa melahirkan banyak
Kartini di era digital ini. Semoga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar