Kamis, 05 Juli 2012

Kartini Digital: Mandiri dan Peduli

Jika kita sudah terbiasa dengan peringatan Hari Kartini tiap 21 April, dan kemudian merasakan sekedar seremoni yang begitu-begitu saja, maka tak ada salahnya membaca tiga  perempuan hebat bidang digital di dunia berikut ini.
Mereka ini, kita sebut saja Kartini Digital, bukan saja berlaku seperti Raden Ajeng Kartini yang mendobrak kemapanan dan kekakuan dominasi kaum pria. Namun lebih dari itu, mereka juga mampu membangun sistem baru bidang teknologi di dunia yang sangat bermanfaat.

 
Kartini Digital yang pertama pastinya dari Indonesia, hadir melalui sosok Dian Siswarini. Perempuan 41 tahun lulusan ITB tahun 1991 ini adalah orang nomor satu dalam divisi jaringan dan infrastruktur di PT XL Axiata. Dengan demikian, dia memimpin para teknisi  XL yang mayoritas adalah kaum hawa. 
Dengan jabatan resmi Direktur / Chief Technology, Content New Business Officer, Ibu Dian --demikian dia biasa dipanggil-- bukan satu tahun atau dua tahun memegang bagian yang sangat vital ini. Hebatnya, dia sudah diangkat sebagai Direktur Network Services pada April 2007 lalu. 
Wanita mandiri ini bergabung di XL sejak tahun 1996. Awalnya  menjabat sebagai Manager Radio Network Design Engineering dan posisi penting lainnya di Departemen Network dan Engineering. Beliau memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di bidang industri telekomunikasi, terutama di Network dan Engineering. 
Jabatannya sebelum sekarang adalah  Vice President Network Planning & Development. Kini, selain fokus sisi teknologi, di pundaknya juga mengurusi Content & New Business Officer yang tugasnya mengelola berbagai konten baru layanan seluler sebagai sumber bisnis di masa depan. 
Kartini digital yang kedua adalah Shinta Witoyo Dhanuwardoyo atau lebih dikenal Shinta Bubu.  Wanita cantik ini merupakan CEO sebuah perusahaan pengembang situs ternama di Indonesia. Meski latar belakanganya sarjana arsitektur, namun ini tak menyurutkan minat dan gairahnya di bidang teknologi informasi. Sejak tahun 1996 hingga sekarang, Shita dikenal sebagai pengembang berbagai situs yang inovatif dan keren.
Dari semula hanya beranggotakan lima orang, perusahaan ini terus merangkak hingga memiliki 26 karyawan. Dia juga kemudian maju ke publik sebagai pendiri Bubu Award, yang memberikan berbagai penghargaan bagi desainer situs yang berkualitas di tanah air.
Dia juga menjadi motor kegiatan teknologi prestisius lainnya di Indonesia seperti Pesta Blogger yang beberapa kali disponsori Kedutaan Besar Amerika Serikat. Terakhir, dia dipercaya menggawangi situs e-commerce milik salah satu BUMN di tanah air.
Yang kedua, meski dari luar negeri, namun sosok inspiratif ini ada pada sosok Marissa Mayer, Vice President of Location and Local Service di Google. Dialah teknisi perempuan pertama yang bekerja di Google. Kini, sering tampil menjadi juru bicara perusahaan itu di berbagai event.
Wanita kelahiran 30 Mei 1975 ini pertama bergabung dengan perusahaan internet terbesar di dunia ini sejak tahun 1999. Banyak media di luar yang menilai bahwa salah satu figur di balik kesuksesan Google Search dan Gmail adalah Marissa Mayer.
Perempuan alumnus master komputer dari Stanford University dengan nilai cum laude ini sebelum di Google bekerja di lembaga bergensi yakni Laboratorium penelitian UBS di Zurich,  Swiss dan Sri International di Menlo Park, California (Wikipedia.org).
Dengan melihat keduanya, kiranya kita makin yakin bahwa sosok Kartini bukan saja bisa menciptakan terobosan dalam hak asasi manusia. Namun mereka juga memiliki peran sekaligus sangat memberi warna di bidang teknologi.
Sosok perempuan yang juga harus berperan sebagai ibu dan istri bisa mereka perlihatkan akan kemandiriannya. Di sisi lain, mereka juga nyata-nyata memperlihatkan kepedulian kepada lingkungannya untuk selalu berkarya dan berkarya.
Dalam semangat Kartini Digital yang mandiri dan peduli inilah, jajaran manajemen PT XL Central Region pun ikut mencontohnya. Setelah mengadakan peringatan Kartini pada Senin pagi, 23 April 2012 di halaman kantor XL Central Region, diadakan kunjungan ke panti asuhan.
Alfred Pasaribu, GM FMS PT XL Central Region, mengatakan kunjungan dilakukan ke Panti Asuhan Muhamadiyyah Jl Sumur Bandung Indra Ardiyanto (Manager Management Service XL Central Region) dan Sarah Sandra (Corporate Communication XL Central Region).
“Sosok Kartini sangat menginspirasi kami untuk selalu berjuang seraya tetap peduli pada lingkungan. Karena itu, dalam rangka Hari Kartini ini, kami bersilaturahmi sekaligus memberi bantuan operasional ke panti asuhan ini,” katanya.
Menurut Alfred, pihaknya akan terus menerapkan nilai-nilai kepedulian ini, terutama ke lingkungan sekitar. Tentu, agar spirit ajaran Kartini terus menggelora sehingga bisa melahirkan banyak Kartini di era digital ini. Semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar