Kamis, 19 Juli 2012

Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi

Manusia pasti mengalami determinasi alam atau kesulitan dalam hidup. Untuk mengatasinya manusia akhirnya melakukan komunikasi. Komunikasi yang banyak terjadi adalah komunikasi antar personal. Karakteristik komunikasi antar personal sebagai suatu proses adalah komunikator dan komunikannya saling bertatap muka dan diantara mereka terjadi saling berbagi ide, informasi dan berbagi sikap. Semua aspek dalam diri manusia adalah komunikasi, bahasa dan kata-kata rupanya hanya sebagian kecil dari komunikasi. Lambat laun bahasa tidak cukup mampu mewadahi keinginan atau kebutuhan komunikasi manusia. Komunikasi sebagai proses pertukaran lambang akhirnya dibagi menjadi dua, yakni secara langsung (komunikasi antar personal) dan secara tidak langsung (komunikasi massa atau memakai media).


Indikator komunikasi yang memerlukan media adalah kebutuhan manusia akan informasi. Dan untuk mewujudkan media tersebut dibutuhkan suatu teknologi. Kita ketahui bahwa sebenarnya teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Pada satu sisi perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Perkembangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.

Kalaupun teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekadar kenyataan obyektif. Kebenaran harus pula mencakup unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan oleh karena iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari maslah-masalah manusia. Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.

Perkembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas.

Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi dilihat dari berbagai bidang: dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemampuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:
  1. Kita akan lebih cepat mendapat informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
  2. Kita dapat berkomunikasi dengan teman maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan menggunakan handphone.
  3. Kita mendapatkan layanan bank dengan sangat mudah
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan-kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal negatif antara lain:
  1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris
  2. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalahgunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
  3. Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
  4. Kecemasan teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputerkarena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer, inlah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi

Dampak global dari tren riset dunia termasuk indonesia. Kehidupan dan budaya masyarakat indonesia akan berubah dengan pengaruh teknologi-teknologi tersebut dalam semua segi kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, lingkungan etika maupun moral, terlepas dari pilihan negara untuk memilih dan memilah aplikasi teknologi yang akan berkembangan di indonesia. Karena di samping dampak-dampak yang bersifat umum, terdapat dampak yang bersifat khusus untuk suatu negara yang bergantung pada situasi, kondisi dan sumber daya negara tersebut.

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon. Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini satu pihak dalam hal ini provider harus memiliki aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat diakses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Pesatnya perkembangan teknologi di bidang teknologi informasi saat ini merupakan dampak dari semakin kompleknya kebutuhan manusia akan informasi itu sendiri. Dekatnya hubungan antara informasi dan teknologi jaringan komunikasi telah menghasilkan dunia maya yang amat luas yang biasa disebut dengan teknologi cyberspace.

Teknologi ini berisikan kumpulan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringan-jaringan komputer yang disebut jaringan internet. Sistem jaringan memungkinkan setiap orang dapat mengetahui dan mengirimkan informasi secara cepat dan menghilangkan batasan-batasan teritorial suatu wilayah negara. Di era globalisasi ini hampir semua wacana yang ditiupkan tidak dapat terlepas dari pengaruh infrmatika global, hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan perkembangan eknologi informatika. Dari bahasan diatas mengenai teknologi informasi maka dapat diketahui bahwa jika memanfaatkan teknologi tersebut maka akan diperoleh kemudahan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun satu hal yang harus diingat bahwa perkembangan teknologi tersebut bukannya tanpa efek sampingnya, karena semakin tinggi tingkat intelektualitas suatu masyarakat maka akan semakin canggih dan beraneka ragam pula tingkat kejahatan yang dapat terjadi. Sebagai bukti nyata sekarang banyak negara yang dipusingkan oleh kejahatan melalui internet yang dikenal dengan istilah cybercrime, belum lagi dampak negatif teknologi informasi yang menyebabkan adanya penurunan moral dengan dijadikannya internet sebagai bisnis maya dan banyak lagi dampak negatif dari teknologi informasi.

 Kemajuan dalam bidang teknologi informasi juga memunculkan suatu kemajuan dalam media informasi dimana akan mempermudah penyampaian suatu informasi. Sebagaimana diketahui terdapat dua jenis media yaitu media siar dan media cetak. Pemunculan suatu media dikarenakan dari sifat manusia yang dari waktu ke waktu selalu ketakutan karena keadaan yang selalu tidak dapat diprediksi sehingga untuk mengatasinya manusia membutuhkan jurnal untuk keadaan dapat lebih diprediksi. Jurnal merujuk pada kegiatan hari kemarin untuk meramal hari depan. Melalui jurnal manusia tak hany ekadar memperoleh cerita tapi juga berita. Cerita belum dapat dikatakan sebagai komunikasi memalui media karena dilakukan dengan bertatap muka. Sedangkan berita sudah disebarkan melalui media. Karena itu kemunculan media cetak dan siar dikatakan tidak bisa lepas dari kegiatan jurnalistik. Jurnalistik sendiri berarti kegiatan mengoleksi, menyiapkan dan menyajikan berita untuk media massa. Awalnya jurnalistik hanya berfokus pada media cetak tetapi kemudian berkembang ke media siar dan media baru. Media cetak sendiri meliputi surat kabar, majalah, tabloid serta publisitas. Sedangkan media siar meliputi radio dan televisi. Munculnya media cetak dan siar menggiatkan kegiatan jurnalistik. Orang-orang tidak perlu lagi mendatangi suatu sumber untuk memperoleh informasi tapi informasi yang akan datang sendiri melalui jurnalis yang bekerja di media massa. Hal inipun akhirnya berpengaruh di komunikasi. Awalnya manusia lebih banyak melakukan komunikasi antar personal. Namun seiring perkembangan komunikasi tatap muka, misalnya pada saat seseorang komunikator harus menyampaikan pesan kepada orang banyak maka kegiatan tatap muka tidaklah cukup. Dalam hal ini manusia akhirnya membutuhkan media. Awalnya arus komunikasi hanya bersifat top down atau satu arah dari pemerintah ke masyarakat shingga tidak memungkinkan bagi masyarakat untuk mengkomunikasikan pendapatnya. Model komunikasi top down ini akhirnya menciptakan masyarakat yang memiliki budaya diam atau budaya komunikasi tertutup. Kebiasaan beropini baru muncul setelah jurnalisme memasuki era modern. Jurnalisme era modern dalam media massa tidak lagi membentuk komunikasi top down. Media massa kini tidak lagi menjadi kendaraan politik karena masyarakat menghargai berita yang segar komprehensif.

Media massa saat ini menjadi bagian terpenting dalam jaringan produksi yang berujung pada konsumsi komoditi dimana komoditi periklanan merupakan penopang industri media, selain peran awalnya untuk menjaga kepentingan kelompok-kelompok elit. Dapat disimpulkan bahwa media massa dapat menghasilkan keuntungan sehingga dibentuklah ia menjadi sebuah industri. Di wilayah-wilayah dimana terjadi perluasan ekonomi komoditi, memang berkembang industrialisasi sektor media dan terjadinya peralihan dari dominasi media oleh kekuasaan politik pada dominasi oleh kekuasaan ekonomi. Di Indonesia sendiri media massa sudah menjadi industri sejak masuknya modal atau kapital pada industri meida di era 80an. Dengan adanya kapital, media massa memang bisa maju namun cenderung dapat diperalat oleh kapitalis akibat masuknya pemodal ke industri media. Karena dampak inilah media massa akhirnya membutuhkan suatu regulasi tersendiri. Dalam kaitannya dengan komunikasi model intervensi kebijakan negara juga membuat pengaturan-pengaturan terhadap media dan industrinya. Selama ini peran negara dalam mengatur kehidupan media teramat besar. Negara menjadi pengatur siapa yang berhak dan boleh memasuki wilayah industri media juga menentukan dan mengatur sekaligus keberadaan dan fungsinya dalam masyarakat. Namun regulasi ini baru ada pada media siar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar