Kamis, 19 Juli 2012

CSR XL XL Dukung Kegiatan Sosialisasi Pemutusan Mata Rantai Penyebaran Thallasemia


Jumlah penderita thallasemia di Jawa Barat tahun ini meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Data Yayasan thallasemia Cabang Jawa Barat menyebutkan lebih kurang saat ini ada sekitar 450.000 penduduk Jawa Barat menderita Thallasemia Mayor. Grafik menunjukkan setiap tahun penyebaran Thallasemia semakin meningkat. 

Ketua Yayasan Thallasemia Indonesia Cabang Jawa Barat Rohimat menjelaskan, thallasemia adalah kelainan pada sel darah merah. Sel darah merah tidak bisa bertahan lebih dari satu bulan. Padahal, fungsi sel darah merah, antara lain, membawa oksigen ke jaringan. Jika sel darah merah rusak atau tidak bisa bertahan selama tiga bulan, maka dapat menyebabkan anemia dengan berbagai komplikasinya. ’’Dan penyakit ini (thallasemia) karena faktor keturunan, kelainan pada gen antara ayah dan ibunya,” kata Rohimat.  Untuk itu pencegahan thalasemia dapat dilakukan dengan konsultasi sebelum menikah. ’’Kalau kedua pasang memiliki kelainan thallasemia, maka nanti keturunannya akan jadi thalasemia mayor. Tapi, kalau salah satu di antara pasangan itu, maka tidak akan menjadi masalah,” jelasnya.


Bertempat di Gedung Sate Bandung pada tanggal 28 April 2011 Yayasan Thallasemia Jawa barat bekerja sama dengan PMI Jawa Barat dan beberapa Universitas di Jawa Barat menggadakan acara Penggalangan dana untuk penderita Thallasemia di Jawa Barat ( Bandung, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Cirebon dan sekitarnya). Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat yang sekaligus menjadi duta Thalassemia Jawa Barat Dede Yusuf.

Dede Yusuf mengajak para penderita Thallasemia untuk tetap semangat dan tegar dalam menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya. Selain itu beliau mengajak para masyarakat dari semua kalangan agar lebih mengerti tentang penyakit Thallasemia terutama untuk generasi mendatang, serta meminta semua pihak mendukung sosialisasi pemutusan pengembangan penyakit Thallassemia. Tindakan preventive yang sudah dilakukan dalam sosisialisasi adalah dengan bekerjasama dengan pihak Akademisi seperti Universitas  Padjajaran Bandung, Universitas Islam Bandung, Universitas Parahyangan Bandung  dengan cara melakukan screening ketika penerimaan mahasiswa baru untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah seseorang membawa gen penyakit Thallasemia, selain itu juga diadakan sosialisasi kepada pasangan yang akan menikah untuk melakukan tes darah.

Pada kesempatan ini PT XL Axiata, Tbk Central Region sebagai salah satu warga korporat yang berada di Jawa Barat melalui wadah Corporate Social Responsibility (CSR) pada kesempatan tersebut memberikan memberikan bantuan donasi untuk para penderita Thallasemia di Jawa Barat yang diserahkan melalui Yayasan Thallasemia Jawa Barat.
Menurut Alfred Pasaribu Manager Finance And Management Service Central Region yang pada kesempatan tersebut hadir dalam malam “Riung Mungpulung Sahabat Thallasemia Jawa Barat” Diharapkan dengan donasi yang diberikan XL ini dapat disalurkan kepada para penderita Thallasemia di Jawa Barat dan gerakan sosialisasi pemutusan mata rantai penyebaran Thallassemia dapat semakin digencarkan sehingga kedepannya jumlah penderita thallasemia  khususnya di daerah Jawa Barat akan semakin berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar