Jumlah penderita thallasemia di Jawa Barat tahun ini meningkat cukup signifikan dibanding
tahun sebelumnya. Data Yayasan thallasemia Cabang Jawa Barat menyebutkan
lebih kurang saat ini ada sekitar 450.000 penduduk Jawa Barat menderita Thallasemia Mayor.
Grafik menunjukkan setiap tahun penyebaran Thallasemia semakin meningkat.
Ketua Yayasan Thallasemia Indonesia Cabang Jawa Barat Rohimat
menjelaskan, thallasemia adalah kelainan pada sel darah merah. Sel darah merah tidak bisa bertahan lebih dari satu bulan.
Padahal, fungsi sel darah merah, antara lain,
membawa oksigen ke jaringan. Jika sel darah merah rusak atau tidak bisa
bertahan selama tiga bulan, maka dapat menyebabkan anemia dengan
berbagai komplikasinya. ’’Dan penyakit ini (thallasemia)
karena faktor keturunan, kelainan pada gen antara ayah dan ibunya,” kata Rohimat.
Untuk itu pencegahan thalasemia dapat dilakukan dengan konsultasi sebelum menikah. ’’Kalau kedua pasang memiliki kelainan thallasemia, maka nanti keturunannya akan jadi thalasemia
mayor. Tapi, kalau salah satu di antara pasangan itu, maka tidak akan menjadi masalah,” jelasnya.
Bertempat di Gedung Sate
Bandung pada tanggal 28 April 2011 Yayasan Thallasemia Jawa barat
bekerja sama dengan PMI Jawa Barat dan beberapa Universitas di Jawa
Barat menggadakan acara
Penggalangan dana untuk penderita Thallasemia di Jawa Barat (
Bandung, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Cirebon dan
sekitarnya). Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat yang
sekaligus menjadi duta Thalassemia Jawa Barat Dede Yusuf.
Dede Yusuf mengajak para penderita Thallasemia untuk
tetap semangat dan tegar dalam menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya.
Selain itu beliau mengajak para masyarakat dari semua kalangan agar lebih mengerti tentang penyakit Thallasemia terutama untuk generasi mendatang, serta
meminta semua pihak mendukung sosialisasi pemutusan
pengembangan penyakit Thallassemia.
Tindakan preventive yang sudah dilakukan dalam sosisialisasi adalah
dengan bekerjasama dengan pihak Akademisi seperti Universitas
Padjajaran Bandung, Universitas Islam
Bandung, Universitas Parahyangan Bandung dengan cara melakukan
screening ketika penerimaan mahasiswa baru untuk melakukan
tes darah untuk mengetahui apakah seseorang membawa gen penyakit
Thallasemia, selain itu juga diadakan sosialisasi kepada pasangan yang
akan menikah untuk melakukan tes darah.
Pada kesempatan ini
PT XL Axiata, Tbk Central Region sebagai salah satu warga korporat yang berada di Jawa Barat
melalui wadah Corporate Social Responsibility (CSR) pada kesempatan tersebut
memberikan memberikan bantuan donasi untuk para penderita Thallasemia di Jawa Barat yang diserahkan melalui Yayasan Thallasemia Jawa Barat.
Menurut Alfred Pasaribu Manager Finance
And Management Service Central Region yang
pada kesempatan tersebut hadir dalam malam “Riung Mungpulung Sahabat
Thallasemia Jawa Barat” Diharapkan dengan donasi yang diberikan XL ini
dapat disalurkan kepada para penderita Thallasemia
di Jawa Barat dan gerakan sosialisasi pemutusan mata rantai penyebaran
Thallassemia dapat semakin digencarkan sehingga kedepannya jumlah
penderita thallasemia khususnya di daerah Jawa Barat akan semakin
berkurang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar