Dalam dua tahun terakhir ini, gema cloud computing
sedang di puncak-puncaknya. Acara berbau teknologi informasi di
belahan kota manapun, dengan siapapun penyelenggaranya, setidaknya akan
menyentil tema komputansi awan ini.
Boleh jadi, banyak dari kita yang sering mendengar
namun tak faham persis maksudnya. Jangan khawatir, jangan minder, bidang
teknologi informasi dan telekomunikasi relatif ranah baru di negeri ini
sehingga tak semua faham.
Percaya atau tidak, sebenarnya hal ini bukan bidang yang sangat
hi-tech sehingga sulit dicerna. Terlebih bagi Anda yang terbiasa
menggunakan internet, layanan yang satu ini sebenarnya bagian dari
keseharian aktivitas Anda.
Anda sering mengirim, menerima email? Lebih jauh dari itu, Anda sering juga mengecek kembali email yang diterima, dikirim, atau cek
draft melalui fasilitas search yang ada di sebelah atas tengah (Google mail maupun Yahoo mail)?
Jika jawabannya iya, maka sadar tidak sadar,
sebetulnya komputansi awan sedang Anda gunakan. Istilah teknis
teknologi informasi paling modern sebetulnya sudah biasa Anda manfaatkan
dalam kehidupan sehari-hari.
Meski tergolong contoh tersederhana, namun cloud computing
dengan menyimpan data personal tanpa perlu perangkat keras, adalah bukti nyata teknologi ini.
Ya, data seolah disimpan di awan karena Anda tak perlu perangkat keras lagi.
Jika sebelumnya seluruh data pekerjaan harus disimpan pada
hard disk internal Anda, atau setidaknya menggunakan flash disk, maka teknologi ini menafikan semua itu. Tak perlu lagi membeli perangkat keras untuk bekerja.
Dengan posisi demikian, maka cloud computing
juga tak mengharuskan seseorang hanya bisa bekerja di meja kantornya
saja --seperti selama ini banyak terjadi. Dimanapun data pekerjaan bisa
dibuka, selama akses internet ada dan lancar .
Ini sesuai dengan konsep awalnya yang dikemukan
ilmuwan komputer Amerika, John McCarthy, pada tahun 1960 yang mengemukan
pemikiran bahwa komputer di masa mendatang harus dikelola sebagai
bagian sebuah layanan publik.
Konsep ini selanjutnya diperkuat dalam buku The Challenge of Computer Utility
karya Douglas Parkhill, eks Menteri Riset Kanada tahun 1960-an, yang
menyatakan dunia dan isi di dalamnya harus terkoneksi melalui
perantaraan data center.
Dalam perkembangannya, aplikasi komputansi ini
sempat vakum lama sebelum akhirnya dipraktekkan perusahaan internet asal
Amerika Serikat, Amazon. Di tahun 2006, mereka mengujicoba 10% data
mereka disimpan dengan konsep
cloud computing.
Selanjutnya, salah satu tonggak teknologi ini juga
terjadi tahun 2008 ketika Eucalyptus dan OpenNebula kemudian
mengembangkan konsep sejenis namun berbasis konsep
opensource yang gratis diakses. Sejak saat itu, si awan komputer kian berkibar.
Jika kita melihat tak ada lagi investasi perangkat
keras yang harus dikeluarkan, bahkan semua layanan yang dulu mahal bisa
disewa penuh dalam komputasi awan ini, memang wajar jika respon tinggi
sehingga popularitasnya kian menanjak.
Karena itu, rasanya wajar jika operator sebesar PT XL Axiata Tbk (XL) merilis layanan
cloud computing bernama XCloud mulai 10 Mei 2012 lalu. Tidak
tanggung-tanggung, layanan ini diberikan dengan menggandeng 6 mitra
bisnis kampiun.
Mereka adalah Huawei, Fujitsu, IBM, Intratech,
Mandawani, dan Microsoft. Teknologi komputasi awan yang mereka miliki
sudah teruji di banyak negara. Bersama-sama dengan XL, yang memiliki
kekuatan antara merek dan jumlah pelanggan,
sinergi ini sangatlah strategis.
Saat ini solusi yang ditawarkan oleh XCloud
memiliki fokus pada area Public Infrastructure as a Services (IaaS).
Pada jenis layanan ini, XL menyiapkan layanan
hosting, penyimpanan data, serta server melalui jaringan publik internet.
Selain itu, XCloud juga siap menyediakan layanan
Software as a Services (SaaS) bagi produk Microsoft Office 365, yang
merupakan produk baru dari Microsoft. XL merupakan operator pertama yang
ditunjuk oleh Microsoft mempersiapkan
layanan yang sangat inovatif ini.
Terdapat setidaknya empat manfaat yang dapat
langsung dirasakan pengguna layanan ini: Simpel, cepat, fleksibel, dan
biayanya dapat dikontrol. Tunggu apalagi, untuk semua yang terbaik,
XCloud sangat layak masuk
list pertama pilihan Anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar