Kamis, 05 Juli 2012

Ketika Komputer Berada di Awan

Dalam dua tahun terakhir ini, gema cloud computing sedang di puncak-puncaknya. Acara berbau teknologi informasi di belahan kota manapun, dengan siapapun penyelenggaranya, setidaknya akan menyentil tema komputansi awan ini. 

 
Boleh jadi, banyak dari kita yang sering mendengar namun tak faham persis maksudnya. Jangan khawatir, jangan minder, bidang teknologi informasi dan telekomunikasi relatif ranah baru di negeri ini sehingga tak semua faham. 
Percaya atau tidak, sebenarnya hal ini bukan bidang yang sangat hi-tech sehingga sulit dicerna. Terlebih bagi Anda yang terbiasa menggunakan internet, layanan yang satu ini sebenarnya bagian dari keseharian aktivitas Anda. 
Anda sering mengirim, menerima email? Lebih jauh dari itu, Anda sering juga mengecek kembali email yang diterima, dikirim, atau cek draft melalui fasilitas search yang ada di sebelah atas tengah (Google mail maupun Yahoo mail)? 
Jika jawabannya iya, maka sadar tidak sadar, sebetulnya komputansi awan sedang Anda gunakan. Istilah teknis teknologi informasi paling modern sebetulnya sudah biasa Anda manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. 
Meski tergolong contoh tersederhana, namun cloud computing dengan menyimpan data personal tanpa perlu perangkat keras, adalah bukti nyata teknologi ini. Ya, data seolah disimpan di awan karena Anda tak perlu perangkat keras lagi. 
Jika sebelumnya seluruh data pekerjaan harus disimpan pada hard disk internal Anda, atau setidaknya menggunakan flash disk, maka teknologi ini menafikan semua itu. Tak perlu lagi membeli perangkat keras untuk bekerja. 
Dengan posisi demikian, maka cloud computing juga tak mengharuskan seseorang hanya bisa bekerja di meja kantornya saja --seperti selama ini banyak terjadi. Dimanapun data pekerjaan bisa dibuka, selama akses internet ada dan lancar . 
Ini sesuai dengan konsep awalnya yang dikemukan ilmuwan komputer Amerika, John McCarthy, pada tahun 1960 yang mengemukan pemikiran bahwa komputer di masa mendatang harus dikelola sebagai bagian sebuah layanan publik. 
Konsep ini selanjutnya diperkuat dalam buku The Challenge of Computer Utility karya Douglas Parkhill, eks Menteri Riset Kanada tahun 1960-an, yang menyatakan dunia dan isi di dalamnya harus terkoneksi melalui perantaraan data center.     
Dalam perkembangannya, aplikasi komputansi ini sempat vakum lama sebelum akhirnya dipraktekkan perusahaan internet asal Amerika Serikat, Amazon. Di tahun 2006, mereka mengujicoba 10% data mereka disimpan dengan konsep cloud computing.      
Selanjutnya, salah satu tonggak teknologi ini juga terjadi tahun 2008 ketika Eucalyptus dan OpenNebula kemudian mengembangkan konsep sejenis namun berbasis konsep opensource yang gratis diakses. Sejak saat itu, si awan komputer kian berkibar. 
Jika kita melihat tak ada lagi investasi perangkat keras yang harus dikeluarkan, bahkan semua layanan yang dulu mahal bisa disewa penuh dalam komputasi awan ini, memang wajar jika respon tinggi sehingga popularitasnya kian menanjak. 
Karena itu, rasanya wajar jika operator sebesar PT XL Axiata Tbk (XL) merilis layanan cloud computing bernama XCloud mulai 10 Mei 2012 lalu. Tidak tanggung-tanggung, layanan ini diberikan dengan menggandeng 6 mitra bisnis kampiun. 
Mereka adalah Huawei, Fujitsu, IBM, Intratech, Mandawani, dan Microsoft. Teknologi komputasi awan yang mereka miliki sudah teruji di banyak negara. Bersama-sama dengan XL, yang memiliki kekuatan antara merek  dan jumlah pelanggan, sinergi ini sangatlah strategis. 
Saat ini solusi yang ditawarkan oleh XCloud memiliki fokus pada area Public Infrastructure as a Services (IaaS). Pada jenis layanan ini, XL menyiapkan layanan hosting, penyimpanan data, serta server melalui jaringan publik internet. 
Selain itu, XCloud juga siap menyediakan layanan Software as a Services (SaaS) bagi produk Microsoft Office 365, yang merupakan produk baru dari Microsoft. XL merupakan operator pertama yang ditunjuk oleh Microsoft  mempersiapkan layanan yang sangat inovatif ini.
Terdapat setidaknya empat manfaat yang dapat langsung dirasakan pengguna layanan ini: Simpel, cepat, fleksibel, dan biayanya dapat dikontrol. Tunggu apalagi, untuk semua yang terbaik, XCloud sangat layak masuk list pertama pilihan Anda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar