MUHAMMAD Yamin, pemuda asal Sawahlunto yang
mengenyam pendidikan dan akhirnya berdomisili di Jakarta bermimpi, jika
Indonesia adalah sebuah bangsa, bukan sekedar tempat persinggahan
Belanda yang merampas segalanya. Berawal dari mimpi itulah,
M. Yamin merajutnya dengan dedikasi besar untuk nusantara dan salah
satunya menjadi seorang pencetus Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Dengan tekad menjunjung tinggi harkat martabat
bangsa, Yamin sadar jika Indonesia akan jadi negara besar jika bisa
terlepas dari titel negeri jajah bangsa lain. Maka dari itu, atas
pemikiran matang dari konsep Boedi Utomo yang sudah lahir
pada 20 Mei 1908, Yamin semakin percaya diri jika pemuda juga bisa
membelokkan nasib bangsa.
Setelah belum menemukan kata final pada kongres
pemuda pertama tahun 1926, pemuda-pemuda bangsa lalu berinisiatif
menggelar kongres kedua pada 28 Oktober 1928. Rumusan kongres Sumpah
Pemuda lalu ditulis Yamin pada secarik kertas. Ia lantas menyodorkannya
pada Soegondo Djoyopuspito, tepat ketika pidato kongres disampaikan
paling akhir.
Akhirnya, lahirlah tiga butir pernyataan kebangsaan
dari para pemuda Indonesia. Tiga butir yang sarat makna, sarat mimpi,
dan sarat harapan akan bangsa yang akan tumbuh semakin besar. Sejak awal
kemerdekaan, Indonesia seakan tak pernah
kehabisan pemuda yang lantang berteriak demi bangsanya. Kekuatan pemuda
inilah yang sebetulnya inti dari melimpahnya sumber daya Indonesia yang
tidak akan pernah habis.
Mengapa pemuda? Berdasarkan kategori usia, pemuda
adalah golongan manusia yang masih besar semangat dan memiliki banyak
waktu untuk mewujudkan idenya. Dan seperti apa kata Bapak Bangsa Rusia,
Joseph Stalin, ide adalah senjata paling berbahaya
seorang manusia. Di tangan seorang manusia dengan usia produktif
seperti pemuda, ide akan mengubah segala hal menjadi mencengangkan,
mengagumkan dan sekaligus membahayakan. Karena itulah,
tantangan terbesar siklus hidup manusia, adalah manfaatnya untuk dunia
ketika mereka masih seorang pemuda.
Proklamator RI karismatik, Ir. Soekarno terkenal dengan quotes-nya
tentang pemuda: "Berikan aku seribu orang tua, maka akan mampu mencaut
Semeru dari akarnya. Tapi beri aku seorang pemuda, maka akan kuubah
dunia". Soekarno begitu
percaya dengan dahsyatnya kekuatan ide dan semangat dari seorang pemuda
(bau kencur) yang bahkan minim pengalaman. Kenapa? Karena Soekarno tahu
dengan benar, jika masa-masa sebagai pemuda adalah masa mengenali
dirinya, belajar dari setiap kesalahan, namun
tetap bangkit setelah terjatuh karena pemuda masih memiliki waktu.
Harapan bangsa pada pundak pemuda, sungguh tak
mengada-ada. China sampai harus terlibat Perang Candu dua kali
(1839-1842 dan 1856-1869) pada jaman Dinasti Qing untuk
menghentikan peredaran candu dari Britania Raya. China mengerti, jika
candu-candu yang manis bak gulali itu akan memikat pemuda mereka.
Sayangnya, candu itu bersifat khayal dan menipu, dalam kurun waktu tak
lama pemuda-pemuda China berangsur lemah dan tak berdaya. Ide dan mimpi
pemuda China terampas karena digerogoti manisnya
candu yang memabukkan.
Padahal China memerlukan pemudanya untuk membangun
bangsa. Keadaan politik, situasi ekonomi, dan keinginan untuk mengubah
nasib rakyat negara membuat pemerintah China mengumumkan perang terhadap
candu, dan berusaha memberantasnya. Sayang,
China kalah dalam peperangan. Mereka harus rela menyerahkan Hongkong
sebagai upeti agar Britania Raya bisa menahan arus masuk candu ke
Tiongkok. Penyerahan Hongkong lalu dilakukan saat Perjanjian Nanjing dan
Tianjin ditandatangani pada 4 Mei 1919.
Perjanjian ini membuat pemuda China terhenyak. Ya,
mereka harus bisa bangkit demi bangsanya. "Gerakan 4 Mei" menjadi cikal
bakal bersatunya pemuda Tiongkok dan bergerak menuju perubahan lebih
baik. Para pemuda Tiongkok menyadari, tidak
mudah untuk bangkit pascaperang yang melelahkan itu. Tapi selalu
mengingat apa yang menjadi tujuan mereka, pemuda bisa mewujudkan mimpi
besar bangsa. Kini, China tumbuh menjadi raksasa Asia dan dunia,
pemudanya menerima warisan yang sungguh berharga yaitu
pengalaman dan ilmu pengetahuan dari pendahulunya.
Sebagai pencerminan, Indonesia juga masih memiliki impian untuk tumbuh semakin baik dan berkembang semakin pesat. Sayangnya,
life span para orang tua terbatas sehingga tumpuan harapan bangsa
kini ada di pundak pemuda. Dengan ditempa perjalanan politik negara dan
segala permasalahannya, pemuda Indonesia sudah seharusnya menjadi
pribadi tangguh dan berdikari. Arus deras informasi
dan ilmu pengetahuan menjadi bekal pemuda Indonesia untuk bisa berbuat
sesuatu bagi negerinya. Tidak besok, tapi sekarang. Jangan dulu yang
besar, mulailah dari yang kecil. Dan diawali dari diri sendiri, kemudian
akan menyebar ke penjuru negeri.
Pemuda Indonesia semakin berprestasi gemilang.
Bahkan sinarnya juga memancar ke seantero jagad. Meski untuk mendulang
prestasi itu tidak gampang, semuanya butuh perjuangan. Pemerintah
Indonesia juga masih percaya pada kekuatan pemuda. Buktinya,
Indonesia berangan-angan menjadi bangsa yang menjadi kekuatan ekonomi
utama dunia di tahun 2030. Delapan belas tahun dari sekarang, golongan
orang tua sudah saatnya purnabakti. Dan mari pemuda saat ini, bangkit
pada saat kejayaan Indonesia itu terwujud.
Setidaknya, ada tiga titik landasan yang harus
dikuasai kalangan muda untuk mewujudkan mimpi tersebut, komunikasi, jiwa
wirausaha, serta menjadi motor penggerak perubahan. Demi mendukung misi
pemerintah itulah, PT XL Axiata Tbk (XL) hadir
melalui program XL Future Leaders sebagai salah satu bentuk tanggung
jawab sosial perusahaan. Mengusung tema "Indonesia Berprestasi" XL telah
menyusun program pemberdayaan sosok muda terbaik bangsa di ajang XL
Future Leaders.
Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan
program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi generasi muda melalui
pengembangan di tiga kompetensi yang bertujuan untuk menciptakan
pemimpin masa depan Indonesia yang mampu bersaing di
dunia. “Progam ini dirancang dengan sangat khusus dan penuh
pertimbangan, agar mereka yang terpilih dalam program ini menjadi lebih
percaya diri tampil sebagai pemimpin Indonesia di masa depan," katanya.
XL Future Leaders mencari pemuda-pemuda terbaik
yang akan mendapat studi khusus untuk tiga area kompetensi, komunikasi,
jiwa wirausaha, serta menjadi motor penggerak perubahan. Area komunikasi
efektif mencakup penguasaan Bahasa Inggris
dan menyusun presentasi, kemahiran berdebat, dan berpikir terbuka. Area
inovatif dan jiwa kewirausahaan mencakup berpikir kreatif, mampu
memecahkan masalah, berpikir global dengan sudut pandang lokal,
mengidentifikasi peluang, menyusun rencana untuk sukses,
serta mengembangkan sikap fokus ke masa depan didasari pertimbangan
sejarah dan budaya. Area terakhir, pemuda harus mampu mengelola
perubahan, mampu memotivasi dan menilai kemampuan diri sendiri, memimpin
dan mengelola tim, mengidentifikasi peluang dan perencanaan
masa depan, serta memiliki tanggung jawab sosial dan empati terhadap
lingkungan.
Jadi, apakah kamu pemimpin bangsa selanjutnya? Silahkan cek
www.xl.co.id/futureleaders untuk mewujudkan mimpimu untuk Indonesia yang lebih baik. Bermimpi, lalu beraksilah bersama XL Future Leaders!**
inspiratif banget sob.... rasanya sudah ga sabar untuk segera beraksi... action dan action... ! :)
BalasHapus