Kamis, 05 Juli 2012

Kekuatan Mimpi Pemuda Masa Depan

MUHAMMAD Yamin, pemuda asal Sawahlunto yang mengenyam pendidikan dan akhirnya berdomisili di Jakarta bermimpi, jika Indonesia adalah sebuah bangsa, bukan sekedar tempat persinggahan Belanda yang merampas segalanya. Berawal dari mimpi itulah, M. Yamin merajutnya dengan dedikasi besar untuk nusantara dan salah satunya menjadi seorang pencetus Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Dengan tekad menjunjung tinggi harkat martabat bangsa, Yamin sadar jika Indonesia akan jadi negara besar jika bisa terlepas dari titel negeri jajah bangsa lain. Maka dari itu, atas pemikiran matang dari konsep Boedi Utomo yang sudah lahir pada 20 Mei 1908, Yamin semakin percaya diri jika pemuda juga bisa membelokkan nasib bangsa.


Setelah belum menemukan kata final pada kongres pemuda pertama tahun 1926, pemuda-pemuda bangsa lalu berinisiatif menggelar kongres kedua pada 28 Oktober 1928. Rumusan kongres Sumpah Pemuda lalu ditulis Yamin pada secarik kertas. Ia lantas menyodorkannya pada Soegondo Djoyopuspito, tepat ketika pidato kongres disampaikan paling akhir.

Akhirnya, lahirlah tiga butir pernyataan kebangsaan dari para pemuda Indonesia. Tiga butir yang sarat makna, sarat mimpi, dan sarat harapan akan bangsa yang akan tumbuh semakin besar. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia seakan tak pernah kehabisan pemuda yang lantang berteriak demi bangsanya. Kekuatan pemuda inilah yang sebetulnya inti dari melimpahnya sumber daya Indonesia yang tidak akan pernah habis.

Mengapa pemuda? Berdasarkan kategori usia, pemuda adalah golongan manusia yang masih besar semangat dan memiliki banyak waktu untuk mewujudkan idenya. Dan seperti apa kata Bapak Bangsa Rusia, Joseph Stalin, ide adalah senjata paling berbahaya seorang manusia. Di tangan seorang manusia dengan usia produktif seperti pemuda, ide akan mengubah segala hal menjadi mencengangkan, mengagumkan dan sekaligus membahayakan. Karena itulah, tantangan terbesar siklus hidup manusia, adalah manfaatnya untuk dunia ketika mereka masih seorang pemuda.

Proklamator RI karismatik, Ir. Soekarno terkenal dengan quotes-nya tentang pemuda: "Berikan aku seribu orang tua, maka akan mampu mencaut Semeru dari akarnya. Tapi beri aku seorang pemuda, maka akan kuubah dunia". Soekarno begitu percaya dengan dahsyatnya kekuatan ide dan semangat dari seorang pemuda (bau kencur) yang bahkan minim pengalaman. Kenapa? Karena Soekarno tahu dengan benar, jika masa-masa sebagai pemuda adalah masa mengenali dirinya, belajar dari setiap kesalahan, namun tetap bangkit setelah terjatuh karena pemuda masih memiliki waktu.

Harapan bangsa pada pundak pemuda, sungguh tak mengada-ada. China sampai harus terlibat Perang Candu dua kali (1839-1842 dan 1856-1869) pada jaman Dinasti Qing untuk menghentikan peredaran candu dari Britania Raya. China mengerti, jika candu-candu yang manis bak gulali itu akan memikat pemuda  mereka. Sayangnya, candu itu bersifat khayal dan menipu, dalam kurun waktu tak lama pemuda-pemuda China berangsur lemah dan tak berdaya. Ide dan mimpi pemuda China terampas karena digerogoti manisnya candu yang memabukkan.

Padahal China memerlukan pemudanya untuk membangun bangsa. Keadaan politik, situasi ekonomi, dan keinginan untuk mengubah nasib rakyat negara membuat pemerintah China mengumumkan perang terhadap candu, dan berusaha memberantasnya. Sayang, China kalah dalam peperangan. Mereka harus rela menyerahkan Hongkong sebagai upeti agar Britania Raya bisa menahan arus masuk candu ke Tiongkok. Penyerahan Hongkong lalu dilakukan saat Perjanjian Nanjing dan Tianjin ditandatangani pada 4 Mei 1919.

Perjanjian ini membuat pemuda China terhenyak. Ya, mereka harus bisa bangkit demi bangsanya. "Gerakan 4 Mei" menjadi cikal bakal bersatunya pemuda Tiongkok dan bergerak menuju perubahan lebih baik. Para pemuda Tiongkok menyadari, tidak mudah untuk bangkit pascaperang yang melelahkan itu. Tapi selalu mengingat apa yang menjadi tujuan mereka, pemuda bisa mewujudkan mimpi besar bangsa. Kini, China tumbuh menjadi raksasa Asia dan dunia, pemudanya menerima warisan yang sungguh berharga yaitu pengalaman dan ilmu pengetahuan dari pendahulunya.

Sebagai pencerminan, Indonesia juga masih memiliki impian untuk tumbuh semakin baik dan berkembang semakin pesat. Sayangnya, life span para orang tua terbatas sehingga tumpuan harapan bangsa kini ada di pundak pemuda. Dengan ditempa perjalanan politik negara dan segala permasalahannya, pemuda Indonesia sudah seharusnya menjadi pribadi tangguh dan berdikari. Arus deras informasi dan ilmu pengetahuan menjadi bekal pemuda Indonesia untuk bisa berbuat sesuatu bagi negerinya. Tidak besok, tapi sekarang. Jangan dulu yang besar, mulailah dari yang kecil. Dan diawali dari diri sendiri, kemudian akan menyebar ke penjuru negeri.

Pemuda Indonesia semakin berprestasi gemilang. Bahkan sinarnya juga memancar ke seantero jagad. Meski untuk mendulang prestasi itu tidak gampang, semuanya butuh perjuangan. Pemerintah Indonesia juga masih percaya pada kekuatan pemuda. Buktinya, Indonesia berangan-angan menjadi bangsa yang menjadi kekuatan ekonomi utama dunia di tahun 2030. Delapan belas tahun dari sekarang, golongan orang tua sudah saatnya purnabakti. Dan mari pemuda saat ini, bangkit pada saat kejayaan Indonesia itu terwujud. 

Setidaknya, ada tiga titik landasan yang harus dikuasai kalangan muda untuk mewujudkan mimpi tersebut, komunikasi, jiwa wirausaha, serta menjadi motor penggerak perubahan. Demi mendukung misi pemerintah itulah, PT XL Axiata Tbk (XL) hadir melalui program XL Future Leaders sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Mengusung tema "Indonesia Berprestasi" XL telah menyusun program pemberdayaan sosok muda terbaik bangsa di ajang XL Future Leaders.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi generasi muda melalui pengembangan di tiga kompetensi yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin masa depan Indonesia yang mampu bersaing di dunia. “Progam ini dirancang dengan sangat khusus dan penuh pertimbangan, agar mereka yang terpilih dalam program ini menjadi lebih percaya diri tampil sebagai pemimpin Indonesia di masa depan," katanya.

XL Future Leaders mencari pemuda-pemuda terbaik yang akan mendapat studi khusus untuk tiga area kompetensi, komunikasi, jiwa wirausaha, serta menjadi motor penggerak perubahan. Area komunikasi efektif mencakup penguasaan Bahasa Inggris dan menyusun presentasi, kemahiran berdebat, dan berpikir terbuka. Area inovatif dan jiwa kewirausahaan mencakup berpikir kreatif, mampu memecahkan masalah, berpikir global dengan sudut pandang lokal, mengidentifikasi peluang, menyusun rencana untuk sukses, serta mengembangkan sikap fokus ke masa depan didasari pertimbangan sejarah dan budaya. Area terakhir, pemuda harus mampu mengelola perubahan, mampu memotivasi dan menilai kemampuan diri sendiri, memimpin dan mengelola tim, mengidentifikasi peluang dan perencanaan masa depan, serta memiliki tanggung jawab sosial dan empati terhadap lingkungan.

Jadi, apakah kamu pemimpin bangsa selanjutnya? Silahkan cek www.xl.co.id/futureleaders untuk mewujudkan mimpimu untuk Indonesia yang lebih baik. Bermimpi, lalu beraksilah bersama XL Future Leaders!**

1 komentar:

  1. inspiratif banget sob.... rasanya sudah ga sabar untuk segera beraksi... action dan action... ! :)

    BalasHapus